Ada sebuah pertanyaan yang sering ditanyakan kepada saya sejak diagnosis saya: Bagaimana Anda menjalani kehidupan yang bermakna dengan penyakit Huntington? Kadang-kadang ditanyakan dengan lembut, kadang-kadang dengan rasa ingin tahu, dan kadang-kadang dengan rasa takut yang terselip di baliknya. Yang sering ditanyakan oleh orang-orang adalah apakah kehidupan yang dibentuk oleh kondisi neurologis yang progresif masih bisa kaya, memiliki tujuan, dan utuh.
Untuk waktu yang lama, saya sendiri bergulat dengan pertanyaan itu.
Penyakit Huntington memiliki cara untuk mengganggu cerita yang kita ceritakan tentang siapa diri kita. Penyakit ini mengganggu jadwal, identitas, dan harapan. Penyakit ini tidak menunggu dengan sopan sampai kita merasa siap. Ia datang dan meminta kita untuk meratapi versi diri kita yang dulu terasa kokoh dan dapat diandalkan. Karier dapat berubah. Hubungan bisa berubah. Tubuh dapat berperilaku tak terduga. Dan tiba-tiba, kehidupan yang Anda bayangkan terasa lebih jauh dari yang Anda harapkan.
Sejak awal, saya percaya bahwa makna harus terlihat seperti biasanya. Saya percaya bahwa hal ini membutuhkan produktivitas, stamina, dan kemandirian. Saya percaya bahwa makna hidup adalah menyelesaikan berbagai hal tanpa bantuan dan mengikuti dunia yang tidak melambat. Ketika Huntington mulai menantang asumsi-asumsi tersebut, saya merasa kehilangan lebih dari sekadar kemampuan. Saya merasa kehilangan harga diri saya.
Yang saya ketahui sekarang adalah ini: makna tidak hilang ketika hidup berubah. Makna hanya perlu didefinisikan ulang.
Hidup dengan penyakit Huntington telah mengajarkan saya bahwa kehidupan yang bermakna tidak dibangun di atas kesempurnaan atau kontrol. Itu dibangun di atas kehadiran. Dibangun di atas kemampuan beradaptasi. Dibangun di atas keberanian yang tenang yang diperlukan untuk terus tampil, bahkan ketika tampil terlihat berbeda dari biasanya.
Ada hari-hari ketika otak saya terasa lebih lambat, ketika kata-kata membutuhkan waktu lebih lama untuk ditemukan, ketika tubuh saya tidak bekerja sama dengan rencana saya. Ada hari-hari ketika kesedihan datang tanpa peringatan, mengingatkan saya akan apa yang telah hilang dan apa yang masih akan datang. Namun, ada juga hari-hari yang dipenuhi dengan koneksi, tawa, kreativitas, dan cinta. Hari-hari di mana makna muncul bukan dalam pencapaian besar, tetapi dalam momen-momen kecil yang manusiawi.
Makna hidup dalam keputusan untuk mengadvokasi diri Anda sendiri dalam sistem medis yang tidak selalu mendengarkan. Makna hidup dalam menetapkan batasan untuk melindungi energi Anda. Makna hidup dalam membiarkan diri Anda beristirahat tanpa rasa bersalah. Makna hidup adalah meminta bantuan dan menerimanya tanpa rasa malu.
Salah satu perubahan terbesar dalam perjalanan saya adalah melepaskan gagasan bahwa saya harus “melawan” Huntington setiap hari. Ada begitu banyak bahasa seputar pertempuran dan keberanian dalam ruang penyakit kronis. Meskipun kekuatan itu penting, perlawanan yang terus-menerus dapat melelahkan. Beberapa hari, makna datang bukan dari mendorong lebih keras, tetapi dari melunak. Dari mendengarkan tubuh Anda. Dari menghormati apa yang ada, alih-alih meratapi apa yang tidak ada.
Hidup penuh makna dengan Huntington's tidak berarti mengabaikan kesedihan. Kesedihan layak mendapatkan ruang. Kesedihan layak mendapatkan kejujuran. Kesedihan layak mendapatkan kasih sayang. Namun, kesedihan tidak mendapatkan keputusan akhir. Kita lebih dari sekadar diagnosis kita. Kita tetaplah seorang seniman, orang tua, mitra, teman, pendukung, dan pemimpi. Kita masih mampu berkembang, berkontribusi, dan bergembira.
Bagi saya, makna juga datang dari koneksi. Penyakit Huntington dapat terasa mengisolasi, terutama ketika gejalanya disalahpahami atau tidak terlihat. Menemukan komunitas, baik melalui pekerjaan advokasi, menulis, atau percakapan bersama, telah mengingatkan saya bahwa saya tidak sendirian. Cerita kita penting. Suara kita penting. Pengalaman hidup kita membawa kebijaksanaan yang tidak dapat ditawarkan oleh buku teks.
Ada makna dalam mengatakan yang sebenarnya tentang seperti apa penyakit ini sebenarnya. Makna dalam menantang stigma. Makna dalam mengingatkan dunia bahwa penyakit Huntington memengaruhi orang-orang dari semua latar belakang, budaya, dan identitas. Makna dalam mengatakan, “Kami ada, dan hidup kami berharga.”
Kehidupan yang bermakna dengan penyakit Huntington bukanlah versi kehidupan yang dipermudah. Ini bukan hadiah hiburan. Ini adalah kehidupan yang membutuhkan kreativitas, ketangguhan, dan kasih sayang diri. Ini adalah kehidupan yang meminta kita untuk mendefinisikan ulang kesuksesan, mengukur kemajuan secara berbeda, dan menghargai diri kita sendiri di mana pun kita berada.
Jika Anda hidup dengan penyakit Huntington, atau mencintai seseorang yang mengidap penyakit ini, ketahuilah ini: hidup Anda tidak tertunda. Hal ini sedang berlangsung dalam waktu nyata, dengan makna yang nyata. Makna tidak menunggu kesehatan yang sempurna. Makna itu hidup pada saat ini, dalam pilihan-pilihan yang Anda buat untuk merawat diri sendiri, untuk berhubungan dengan orang lain, dan untuk tetap terbuka terhadap apa yang masih membuat Anda hidup.
Kami masih di sini. Dan hal itu, dengan sendirinya, sangat berarti.